Dalam International Conference 2026 di Jakarta, 23–24 Juli 2026, Dr. Dr. Ir. Augustinus Setijanto, M.M. dari PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi menyampaikan pandangan mengenai perubahan lanskap hukum dan tata kelola konstruksi. Sebagaimana terlihat dalam materi presentasi pada foto, salah satu gagasan utamanya adalah “ESG is Changing Construction Law”.
Industri konstruksi tidak lagi menghadapi sengketa yang hanya bersumber dari persoalan kontraktual konvensional seperti payment, delay, variation, defects, performance, dan termination. Perkembangan Environmental, Social and Governance (ESG) telah menghadirkan dimensi risiko baru, mulai dari environmental compliance, sustainability, social impact, regulatory requirements, hingga governance dan transparency.
Perubahan tersebut menuntut pergeseran paradigma dari Contract-Centric Law menuju Governance-Centered Construction. Kontrak tetap merupakan fondasi kepastian hukum, tetapi pencegahan sengketa masa depan membutuhkan pendekatan yang lebih luas dengan mengintegrasikan FIDIC, ESG, Dispute Avoidance, data, digital technology, dan Artificial Intelligence.
AI dalam konteks ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan manusia. AI dapat membantu membaca data proyek, mendeteksi pola, memberikan early warning, memprediksi risiko keterlambatan maupun potensi klaim, serta mendukung pengambilan keputusan. Namun professional judgment, ethical consideration, good faith, dan responsibility harus tetap berada pada manusia.
Pendekatan tersebut dapat diringkas:
Traditional Contract Management
→ ESG & Emerging Risks
→ AI-Based Early Risk Detection
→ FIDIC & Dispute Avoidance
→ Smart Construction Governance
Pesan utamanya adalah bahwa sengketa sebaiknya tidak menunggu untuk diselesaikan setelah terjadi, tetapi harus diidentifikasi dan dicegah sejak dini. Karena itu, masa depan industri konstruksi bukan sekadar better dispute resolution, melainkan better dispute avoidance through better governance.
“The future of construction law is no longer defined only by contracts, but by the integration of ESG, Artificial Intelligence, Dispute Avoidance, and Smart Construction Governance.”
Keterangan Foto:
Pemaparan Dr. Dr. Ir. Augustinus Setijanto, M.M., PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi, mengenai perubahan paradigma hukum konstruksi, ESG, Artificial Intelligence dan Dispute Avoidance dalam International Conference 2026, Jakarta, 23–24 Juli 2026.









